Tempe, Makanan Khas Indonesia yang Terkenal di Jepang dan Australia

Description: Image result for tempe photo

Tempe merupakan salah satu makanan asli Indonesia yang digemari oleh banyak orang karena tekstur dan cita rasanya yang nikmat, khas dan sederhana. Tidak mengherankan jika yang menyukainya bukan hanya orang Indonesia saja namun juga yang berasal dari luar Indonesia. Walaupun banyak dikonsumsi di negara Indonesia, makanan yang terbuat dari kedelai ini sekarang telah mendunia. Di seluruh dunia, kelompok vegetarian banyak yang telah mengonsumsi tempe sebagai pengganti dari makanan dari unsur hewani, karena itu pada saat ini tempe diproduksi di berbagai tempat di seluruh penjuru dunia. Tidak hanya di Indonesia, bagi warga negara Indonesia yang menetap di luar negeri pun tidak jarang merasa rindu akan makanan tradisional ini. Oleh karena itu, tidak sedikit warga negara Indonesia maupun orang asing di negaranya yang memproduksi dan menjual tempe.

Berikut adalah beberapa kisah menarik tentang tempe yang telah mendunia: 

Tempe di Jepang (Rusto’s Tempeh)

Yang pertama adalah keberadaan tempe di Jepang. Di negeri Sakura ini terdapat seorang pengusaha tempe yang namanya sudah populer di kalangan masyarakat Indonesia yang bermukim di Jepang, Pak Rustono adalah pengusaha tempe asal Grobogan, Jawa Tengah yang pernah mengenyam pendidikan di salah satu Akademi perhotelan di Jakarta. Semangat yang dimiliki Pak Rustono mengantarkannya menjadi pebisnis tempe sukses di negeri ini. Usaha tersebut berkembang saat perjumpaannya dengan gadis asal Jepang yang menjadi pujaan hatinya, Suroko Kuzumoto. Usai melangsungkan pernikahan, Pak Rustono memutuskan untuk tinggal di Jepang dan bekerja sebagai karyawan sebuah perusahaan swasta.

Ia kemudian memutuskan untuk mencoba peruntungan di dunia kuliner dan sempat kembali ke Indonesia untuk memperdalam ilmu membuat tempe selama 3 bulan. Sekembalinya dari Indonesia, Pak Rustono mencoba membuat tempe yang telah dipelajari bersama para pengrajin tempe. Namun kendala terbesar dalam mengembangkan usahanya tak lain adalah faktor cuaca, karena Jepang hanya memiliki kelembaban 60% dibanding Indonesia. Selain itu, faktor perizinan yang sulit juga menjadi tantangan  Pak Rustono dalam berbisnis tempe di Jepang.

Produk tempe buatannya yang diberi label ‘Rustono’s Tempeh’ memproduksi sekitar 16.000 bungkus yang disiapkan setiap 5 hari. Tempe buatannya tersebar disuruh pelosok Jepang baik di swalayan, rumah sakit atau restoran. Usaha tempe Pak Rustono terbilang sangat sukses karena sudah menyebar di 490 tempat di Jepang dari Hokkaido sampai Okinawa. Saat ini ia sudah menjual tempenya tidak hanya di Jepang, tetapi juga sampai ke Korea, Meksiko, Hungaria, Perancis dan Polandia. Mengenai harga, untuk di Eropa tempe dijual sekitar 1,7 euro atau sekitar Rp24.000 sedangkan di Jepang satu tempe dijual dengan harga 250 Yen atau sekitar Rp27.000 untuk sebungkus yaitu seukuran tempe yang biasa kita lihat di Indonesia.

Tempe di Australia (Primasoy)

Berikut ini mengenai keberadaan tempe di Australia. Sinta merupakan salah satu pengusaha tempe di negeri kanguru yang sudah menekuni bisnis tempenya sejak tahun 2005. Ia mengemukakan bahwa beberapa tahun lalu warga Australia tidak suka makan tempe karena merupakan hasil fermentasi. Karena fermentasi makanan dari negara lain cenderung memiliki bau dan rasa yang kurang sedap menjadikan warga Australia memandang tempe pun seperti itu.

Saat pertama kali pindah ke Australia, lebih dari 20 tahun lalu ibu Sinta yang berasal dari Malang ini memiliki pengetahuan soal pembuatan tempe. Beliau pernah membuka restoran di Melbourne, namun kemudian tergerak untuk memproduksi tempe serta memperbaiki citra tempe yang dianggap makanan kurang layak oleh warga Australia. Tempe jika dikelola dengan benar maka hasilnya akan menghasilkan rasa yang enak. Di Melbourne, tempe buatan Ibu Sinta yang diberi nama ‘Primasoy’ ini merupakan tempe organik.

Proses pembuatan tempe di Australia tidak sama dengan di dalam negeri, karena faktor cuaca yang berbeda dengan Indonesia yakni cenderung dingin dengan intensitas matahari yang rendah. Namun hal tersebut tidak menjadi masalah, karena Ibu Sinta memiliki cara untuk menemukan solusinya. Harga produk tempe buatan Primasoy ini dijual sekitar 6 Dolar Australia atau kurang lebih Rp60.000 per bungkus.

Itulah beberapa informasi yang menunjukkan kiprah tempe di berbagai belahan dunia. Di Indonesia, tempe diolah lagi menjadi berbagai makanan salah satunya yakni keripik tempe. Keripik tempe tentu menjadi camilan yang enak dan populer di kalangan masyarakat. Salah satu produk keripik tempe ini yakni dari @buahtangangrup dengan rasa yang lezat. Langsung pesan keripik tempe dari @buahtangangrup buat menemani hari-harimu!

Leave a Comment